Wednesday, November 27, 2013

Fallen Again?



Kiss

by

Sam Kang feat Tiffany Chung





I must be lucky or this must be my day
It’s the warmth of holding you till I’m infused by your scent

I think it’s something I can feel for myself`
Could it get any better than this, I’m holding my breath
For a kiss

Unyielding motion that’s wrapped in a smile

But you seem so steady as I am burning inside

I feel the warmth as I have fallen too deep
Now I know that you know me though I’ve been told to believe
It’s just a kiss
For a kiss

Close your eyes and we can float away

All alone through this crowded place

Maybe you and I can find some time
Till forever or more
So baby move your lips
Come close I need this kiss
No time to fake I just can’t explain

No, no, no

The sweetest touch that I just can’t get enough 
Could it get any better than this I’m holding my breath

For a kiss

So, I have fallen too deep to Wong Fu Productions' short dramas, movies and others. Geez, just geez, those things are too damn magical. Whenever I saw their vids, it felt like "Holy shit, how do they know what's exactly in my head." Those movies are things I can't bring to reality, they stucked in my head for so long because I don't know how to make them come true. And well, just watch their vids, I totally recommended Wong Fu! Just..just please adopt me or something so I can be one of the tiniest part of them.
May be their movies aren't as long as you expected but, it's just about the feelings we get after watching it. Their perfection in making video came from their desire to show their real feelings, so that everyone that watch the vids, capable to understand the meaning. That's the hardest thing of making a vid, how we can deliver a little thing that can be something big later.
Four recommended vids you really have to watch from Wong Fu :
Somewhere Like This
Away We Happened






This is How We Never Met

When It Counts






And for my dearest NigaHiga's fans out there that have watched his first short movie "Agents of Secret Stuff", it was made by the Wong Fus! Omg, just...I love them so much. Besides, all of their soundtracks are just so easy listening (I know you're happy to hear it, David Choi) and so romantic yet giving deep feelings and impact for anyone who hear it. Hahaha over-dramatic, but I'm in a seriously-serious mood, though.
So guys, just, just pray for me, so I can join Wong Fu.

WONG FU FOR LIFE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!<3

Friday, November 8, 2013

Baru

Tannia yang dulu bukanlah yang sekarang.

Jadi gue akhir-akhir ini entah kenapa ngerasa kaya bukan gue yang dulu. Emang gue berniat buat berubah SMA ini, tapi entah kenapa kayanya gue berubahnya keterlaluan. Banyak banget hal yang berubah dari gue, dan kayanya susah banget gue nginget gimana gue yang dulu. Ya mari kita mulai perbandingannya.

Awalnya gue sangat amat benci fotografi. Gaboong, I seriously hate it. Soalnya gue ini anak yang demen nulis, dimana lu harus mengungkapkan apa yang lu pikirin dengan kata-kata, sedangkan foto? Gue susah banget analisisnya. Liat aja gimana coba caranya gue ngerti apa maksud tersirat dari foto sawah atau gunung, atau embun yang dibentuk hati? Gue gangerti sama sekali. Akhrinya, SMA ini gue ketemu dengan orang-orang yang demen fotografi dan sekarang look at me, gue gabung salah satu eskul fotografi sekolah. Selain dipaksa bokap, gue juga jadi tertarik sendiri.

Second, gue sekarang jadi lebih teratur di setiap kegiatan yang gue lakukan. Maksudnya, gue selalu menjadwal apa yang harus gue lakukan hari ini, saat ini, detik ini dan alhamdulillah sekarang gue lagi free.

Third, gila sekarang gue gila organisasi. Bukan gila gitu sih, cuma gue jadi sangat menikmati organisasi yang gue ikuti, PMR. Gue sekarang angkatan 25 PMR, yang katanya namanya Fronyak. Alasannya? Rahasia perusahaan. Oya, NRA gue 678 loh! cantik abis, kayak gu........gulali. Okay, dulu itu gue gabegitu suka organisasi, jujur aja, pengalaman organisasi SMP gue kurang gereget. Tapi bersyukurnya gue keterima di sekolah yang seimbang eskul dan pelajarannya, SMAN 1 Bogor. Jadi di sini, gue belajar untuk lebih mencintai kesibukan gue di PMR.

Fourth, gue jadi makan banyak. Sangat banyak! Ini dari dulu sebenernya, tapi gue ngerasa porsi makan gue pas SMA meningkat drastis.

Fifth, kedekatan gue sama banyak temen-temen. Gue ngerasa sekarang gue lebih deket sama banyak orang dibandingkan masa SMP gue. SMP, well gue dapet sahabat paling berkualitas di dunia! Gue cuma berinteraksi dengan orang-orang tertentu karena gue awkward kalo sama yang lain. Tapi alhamdulillah SMA ini gue jadi lebih bisa adaptasi sama temen-temen gue, lebih toleran sama sikap-sikap mereka dan jadi lebih ngerasain esensi pertemanan.

Sixth, it's all about feels.
Jadi gue ngerasa SMA ini gue lebih menjaga hati gue eAAaaAAAaaA gue gaburu-buru buat state "oh gue suka sama ini, itu" gue sekarang jadi lebih apa ya? Lebih memiliki hati gue sendiri gitu wwkkw. Gue gaterlalu menitikberatkan hidup gue di soal percintaan yang gak waras, karena gue 105% waras. Gue sekarang lebih menikmati masa jomblo gue (walau gue sering meledek diri gue sendiri, but seriously itu malah bikin gue nyaman menjomblo, lol.) karena masa-masa ini malah bikin gue sayang sama diri gue sendiri sebelum sayang sama orang lain. Terus gue sekarang ngerasa "eh kenapa lu ga pacaran?" "gak ada cowok yang pantes nyandang gelar sebagai pacar gue." I HAVE CLASS DAYUM GURL.

Seventh, soal kepedulian. Emang gue jadi kurang peduli sama orang lain. Maksudnya, mau lu berguling seperti kerbau atau sapi, gue gapeduli. Mau lu gasuka sama kerudung gue, masalah lu. Lu gasuka gue ceplas ceplos, o aja gue gananya. Gue jadi lebih mementingkan perasaan gue sendiri daripada dengerin orang-orang yang kadang omongannya cuma bisa ngejatohin doang. Gapenting kaya gitu tuh. Tapi baiknya sih gue jadi lebih teges gitu gak menye menye dan kekurangannya gue jadi emang ga peduli sama sekali sama lingkungan gue. (ini ada di rapot)

Eighth, selera musik gue banting arah abis parah. Gue jadi lebih suka band-band cowok kayak Queen dan Goo Goo Dolls dibandingkan dengan Korea. Sorry 2PM gue ngelupain kalian:( tapi mereka masih suami-suami gue kok. Gue juga jadi lebih sering maen gitar dan piano yeay!

Ninth, gue juga sekarang jadi lebih nempel sama laptop, kamera, iPad dan iPod. HP, maafkan gue tapi lu bukan pacar gue lagi:(

Kayanya cuma segitu sih yang paling nonjol dari perubahan gue. Semoga perubahan ini malah bikin gue menjadi orang yang lebih baik. Aamiin.


Kisses,

Tannia

Sunday, November 3, 2013

Yummy Song

Pernah suatu hari gue denger si Irfan nyanyi lagu ini. Asaan pernah denger. Oh ternyata lagu ini, toh.

Iris
by Goo Goo Dolls


And I give up forever to touch you
Cause I know that you feel me somehow
You're the closest heaven that I'll ever be
And I don't wanna go home right now

And all I can taste is this moment
And all I can breath is your life
Cause sooner or later it's over
I just don't want to miss you tonight

And I don't want the world to see me
Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

And you can't fight the tears that ain't coming
Or the moment of truth in your lies
When everything feels like the movies
Yeah you bleed just to know you're alive

And I don't want the world to see me
Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

And I don't want the world to see me
Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am
I just want you to know who I am
I just want you to know who I am
I just want you to know who I am
And I really give up forever to touch you.

Wednesday, August 14, 2013

Gimana Sih Caranya Move On?

"AKUH GALAUUUUUUUUUUUH." katanya.

"NGGAK SELAAAAAAAUUUUUUUUUU" gue jawab.

"Abis gue gabisa move on, Tan."

Ini dia. Dua kata mujarab yang sering ada di setiap akun-akun tenar twitter. Sebagian ngungkapin betapa susahnya move on, yang satu lagi ngungkapin gimana gak pentingnya lu stuck di satu orang yang sama, yang satu lagi malah ngarep buat mantannya tetep sayang sama dia. Terus kita kodein gitu pake RTRT, biar dia baca, terus ngarepnya sih ngontact kita abis itu. Aduh generasi 20an, y so riweuh?

Tapi ngga sih ya gajaman nyindir-nyindir apalagi gue termasuk di generasi 20an, dan gue pernah tuh kayak gitu. Dulu sih, gue lupa kapan. Mungkin pas gue galauin orang itu sama Rizka wkwkkwkwkwkwkw anjir ngakak. Pasti pada ngira-ngira siapa. Bukan kok bukan, ya gak Riz wkwkwkwk.

Yang pasti, gue rasa pandangan kita semua soal move on itu beda-beda ya. Kalo temen gue bilangnya suka sama orang lain dan lupain yang lama. Kalo temen gue yang satu lagi bilangnya sih gasuka lagi sama siapa-siapa dan lupain yang lama. Kalo nyokap gue bilangnya sih pindahan rumah.

Kalo gue sendiri nganggep move on adalah suatu proses menuju pribadi lebih baik. Lah kok? Yaiyalah! Menurut Google Translate juga, move on artinya berjalan terus. Bukan berpindah. Bukan melupakan. Tapi berjalan terus. Inilah kesalahan paling buanyak terjadi di kalangan kita, para fakir asmara yang gatau gimana caranya ngelupain orang yang dulu disayang. Sekali lagi hani bani switi, move on bukanlah suatu tindakan ngelupain, tapi leave the past behind and go ahead

nih fakir asmara [source]

"Ah banyak bacot lu Tan. Udah buruan gimana caranya move on."

Santai bos, sebelum lu move on, gue kasih tau ya, gak ada yang namanya magic. Itu cuma sinetron. Sama lagu, semua yang kau lakukan is magic. Gak ada yang namanya "triiiing" ibu peri dateng bawa tongkat, nyihir kepala lu dan udah aja lu udah gasayang lagi sama mantan. Gue ingetin lagi, gak ada. Jadi kalo lu emang mau ikut step by step dari gue, persiapin waktu dan jangan kaget kalo emang lama banget. Eh gak lama-lama teuing sih, tergantung gimana lu menyikapinya aja.

Begini, yang lu mau lakuin tuh apa sebenernya? Move on, ngelupain atau pindah hati?

Kalo lu bilang "gue pengen gapunya perasaan apa-apa lagi sama dia, gue pengen lupain semua tentang dia, gue pengen ngapus dia dari otak gue."

Jangan heran kalo gue jawab, "NGIMPI LO?!?!?!?!!?!!?"

Doi yang udah sekian ratus juta tahun sama lu bareng-bareng, makan bareng, nonton bareng, minum bareng, belajar bareng, nangis bareng (eh ngga sih ye biasanya lu yang nangisin dia), naik sepeda bareng, naik truk bareng, ngegosip bareng, nyalon bareng, shopping bareng, ngondek bareng, segalanya barengan dan lu mau gapunya perasaan apapun sama dia, mau lupain, mau ngapus dia dari otak lu? Yang bener aja.

Sayang, gamungkin lu bisa ngapus perasaan lu 100% sama orang yang lama. Gak mungkin. Nih ya, kalo lu sayang sama orang itu kayak bikin lecet di lemari kayu. Lu bisa ngecat lecetnya, tapi kalo bekas lecetnya diraba, pasti tetep legok kan? Nah itu dia. Bisa dikasat matain tapi gak bisa dihapus. Makanya hati-hati bener dah jaga hati lu, jangan kebanyakan lecet. Ntar sampe bingung malem ini mau ngegalauin yang mana. Huftina dasar loba gaya.

Rule number 1 [source]

Kenyataan macam apa tan?

Ya kenyataan kalo misalnya lu udah gak cocok barengan. Lu udah punya pikiran sendiri-sendiri. Lu udah gak ditakdirin Tuhan buat barengan. Belajar nerima. Kayak misalnya pas lu kalah lomba, belajar nerima. Misalnya pas lu dapet nilai jelek, belajar nerima. Pas lu dimarahin abis-abisan sama bokap, belajar nerima. Pas lu dibanding-bandingin sama kakak, belajar nerima. Kok gue curhat. Pokoknya belajar nerima, belajar menerima kalo emang itu yang paling baik buat lu.

Belajar nerima bukan ngebentuk karakter lu jadi seseorang yang pasrah, lenjeh, menye-menye. No. Belajar nerima itu justru bakal bikin lu strong dan lebih dewasa. Lu bisa menyesuaikan sama takdir Tuhan. Tinggi amat bahasa gue.

Kecenderungan orang yang belajar menerima bakal mengusap dada (bukan dada orang) dan mulai mencari apa yang kira-kira salah gue? Bukan salah dia. Ketika lu tau salah lu apa, lu bakal berusaha buat gak ngulangin kesalahan yang sama di masa depan. Jangan pernah nyesel, inget kata gue. Karena itu bakal ngegagalin semua niat lu. Tapi, lu harus mulai melihat kesalahan lu dari sudut yang berbeda, bahwa lu pasti punya alasan dan gue janji gabakal ngelakuin hal yang sama dua kali. Man, ini hubungan lu berdua, kalo misalnya pisah, ini bukan salah satu pihak doang. Ini salah kalian berdua yang gak bisa jaga hubungan.

Kecuali kalo selingkuh, wah itu gue gatau ya.

Tapi justru lebih gampang kalo selingkuh, ya elah, apa lagi alasan buat stay? #UdahTinggalinAja

Intinya, niatkan diri buat jadi orang yang lebih baik, buat gak nengok-nengok ke belakang lagi. Ya udah, udah beres rebes. Tutup buku. Tapi jadikan pelajaran buat lu jadi orang yang lebih baik. Lu harus niat untuk sungguh-sungguh mau lepasin dia dari hidup lu, karena tanpa niat, gabakal ada yang kejadian.

Rule number 2 [source]

Lu kesel sama dia yang gak pernah ngertiin lu? Kesel selalu disalah-salahin? Selalu dibentak? Atau mungkin ada yang pernah digampar?

Percayalah, dendam sama kesalahan yang dulu dia lakuin sama kita gabakal bikin kita seneng kok. Malah lu terperangkap di perasaan lu sendiri kan? Mungkin dia gak pernah bahagiain lu, dan pas kalian pisah, lu dendam dan pengen dia ngerasain hal yang sama. Nggak kayak gitu, kalo lu sayang sama dia, lu gabakal peduli sekarang siapa yang sedih siapa yang seneng, karena lu bakal sedih dan senang bareng-bareng. Pacaran atau kompetisi?

Dan lagi, dendam itu gak bikin lu jadi lupain dia gitu aja. Lu justru akan semakin inget sama dia. Udah, mulai dari sekarang maafin semua salah dia, ikhlasin. Kalo dia pernah janjiin lu sesuatu yang lu inget sampe sekarang, dan sampe pisah pun dia belum menuhin janjinya, ikhlasin. Kalo dia pernah bikin lu nangis, ikhlasin. Kalo dia pernah mukul lu, ikhlasin. Kalo dia pernah ngutang sama lu, kejer, tagih terus gampar. Abis itu ikhlasin.

Tapi susah Tan....

Heleh, belum nyoba udah bilang susah.

Minum aja ini [source]

Sapinya lucu ya [source]

Rule number 3 [source]

GUUUURRRLLLSSS PLEASE.

Pernah gak sih lu ngeliat cewek yang nyilet tangannya sampe bedarah-darah gitu? Atau lu nangis seminggu full di kamar? Gak mau makan gak mau minum? Atau lu nyampah di instagram pake quote-quote patah hati sampe beratus-ratus post? Atau lu bikin broadcast message ke temen-temen lu kalo lu udah pegat sama doi? Atau update facebook berhari-hari cuma tentang kegalauan lu?

KAYA GINI?!?!?!?!?!!! [source:timeline fb gue]

[source]

Atau mungkin lu banjirin blog lu dengan post super panjang tentang move on?!!?!?!?!?!
.
.
.
oke itu gue.

But girls, seriously. Apa lu gak malu diketawain sama orang lain karena galau lu berlebihan? Lu sangat diperbolehkan untuk galau, itu hidup lu. Tapi apa perlu sampe segitu berlebihannya? NGGAK. Kalo lu mau move on, seengganya hindari kebiasaan yang (mungkin) merupakan kebiasaan lama lu itu. Ngegalau di social media gak bakal bikin lu cepet-cepet bisa ngelupain doi kok. Tahan-tahan buat ngebagi perasaan lu di social media. Coba buat lebih banyak dan lebih terbuka sama sahabat lu atau sama nyokap lu. Orang-orang tertentu aja. Mereka pasti bakal ngasih saran yang gak menjerumuskan. Daripada lu ngegalau di twitter?

Gue tau emang sebagian orang lebih ekspresif tapi coba tahan. Bikin perjanjian sama diri lu sendiri, gue gamau ngegalau di tl hari ini. Coba buat cuma beberapa hari sekali ngegalaunya, tengah malem misalnya, terus di-delete tweetnya biar gak ngeganggu timeline. Cara itu jauh lebih efektif, kalo lu emang orang yang addict share segala macem di socmed.

Dan lagi, it's really ok to cry, tapi jangan berlebihan. Gue tau gimana rasanya sakit yang gitu dan nangisin orang bener-bener dari hati (gue rasa 80% cewek yang pacaran pernah nangisin pacarnya). Gue tau tapi please, jangan keterusan sedihnya. Kalau lu nangis, coba janji sama diri lu sendiri ini terakhir kalinya lu nangis buat dia. Jangan terlampau cengeng, ah. Ya gimana lu mau move on kalo masih kayak anak kecil?-_-

Rule number 4 [source]
Wahahaa ini yang paling gue suka. Coba sekarang, semua boneka, hadiah, foto, apapun yang ada hubungannya sama lu dan dia singkirkan dulu. Yang ada di socmed, tolong hapus dulu. Yang ada di laptop, recycle bin dulu. Boneka-boneka, kalung, gelang segala macem tolong simpen dulu di luar kamar lu biar lu gak inget-inget lagi. Atau mau seekstrim kaka gue? Bakar semuanya.

Tapi gue sih sayang juga ya. Kan ntar bisa dipamerin ke anak gue "Nak, mama aja pernah dikasih cincin berlian, masa kamu cuma dikasih iphone?" kurang lebih gitu.

Coba ganti nama dia di hp lu jadi sesuatu yang gak ada hubungannya sama sekali sama dia. Misalnya, dia itu masuk fakultas pertanian, ganti aja nama kontaknya di hp lu jadi "Juru Masak" gitu. Lah kok juru masak? Exactly. Jangan pernah liat-liat kontak dia lagi. Jangan pernah sok kepo dengan ngestalk socmed dia. Gimana mau move on kalo yang pertama kali di cari di tl itu tweet dia? Atau yang paling lu apal itu jumlah followers, following sama tweets dia? *lirik Regita*-_-

Step ini sebenernya cukup simple, tapi susah dijalanin kalo lu masih sayang-sayang sama bendanya (lah). Tapi bisa kok, sedikit demi sedikit setelah sekian lama lu gak liat lagi benda-benda dari dia, lama-lama juga lupa. Oya kalo liat di kalender, tanggal jadian lu sama dia, anggep aja itu hari bahagia lu. Memang membahagiakan, tapi bukan paling bahagia. Karena hari paling bahagia lu masih disembunyiin sama Tuhan, pas lu nikah nanti. OHOK TAG SINDYSEMBIRING OHOK.

And let me repeat, jangan block dia, jangan unfriend dia, jangan delcont dia, jangan delete nomer dia. Kenapa? Justru cara-cara kayak gitu bikin lu jadi gaenak dong. Gini, bukan berarti lu nyingkirin dia, nyingkirin semua. Lu gak jadi pacar, apa gak bisa jadi temen?

Rule number 5 [source]

Nah.

Kalo lu emang pengen lepasin ikatan lu sama dia, lu bener-bener harus lepasin semua. Jangan setengah-setengah. Let go, belajarlah melepaskan. Karena, lu gatau kan apa kebahagiaan yang bakal lu dapet kalo lu gak mencoba untuk let go? Percaya deh sama gue, gak semua yang kita tahan itu emang baik buat kita. Justru kebanyakan, yang kita lepaskan itu yang bikin kita lebih lega.

Emang susah, gue tau. Gue juga ngerasain. Tapi bisa kok. Liat deh short-film ini:


"The beautiful journey of today can only begin if we let go"

Bagi gue, dengan ngelepasin seseorang justru bikin gue lebih enteng. Gak ada beban. Gue gak bermaksud bilang dia beban gue, tapi, ya sekali lu ngerasain letting go, lu bakal tau kalo gak semua letting go itu susah, gak semuanya sedih. Malah bikin happy kok. Dan ini butuh proses paling panjang dibanding step-step yang lain. Tapi kalo berusaha, apa sih yang gak bisa dilakuin?

Seperti lagunya Kotak,

"Lepaskanlah ikatanmu
Dengan aku biar kamu senang
Bila berat melupakan aku
Pelan-pelan saja"

See? Lepasin, biar kamu senang.

Jangan berpikir lu bisa bahagia tanpa dia, tapi berpikirlah, kita bahagia di jalan masing-masing, bukan bareng-bareng. Percaya deh sama gue, justru letting go itu bisa bikin lu semakin dewasa. Inilah puncak move on, kalo lu bener-bener bisa let go, ucapkan selamat datang buat jiwa lu yang baru:-D

Rule number 6 [source]

OF COOOOOOOOURRRSEEEE

Coba sekarang lu pikir lagi berapa lama waktu yang lu abisin buat nyalahin diri lu sendiri? Mohon-mohon balik ke masa lalu? Re-read chatting kalian? Berapa banyak sayang waktu yang bisa lu abisin sebenernya sama keluarga, temen-temen lu dan justru bisa bikin lu ngelupain rasa sedih lu? Doh.

Mulai coba sekarang lu lebih banyak ngabisin waktu sama sahabat-sahabat lu, gausah ngomongin dia tapi ntar bukannya seneng-seneng malah mewek lu. Coba kalian misalnya kaya gue kemaren sama dedemit-dedemit kita karaokean, window shopping, dan itu bener-bener asik parah. Sekarang grab your head up and smile. Have fun, kid. Dunia ini terlalu kejam buat ditangisin. Gini, semua orang bilang fake smile itu menyakitkan tapi sesungguhnya fake smile itu bisa membimbing kita ke smile yang beneran!

Or else, lu bisa have fun dengan ngabisin waktu buat menyayangi diri lu sendiri. Entah itu ganti karet behel, cari baju baru, belajar hal baru, olahraga, dan buanyak banget kegiatan bermanfaat yang bisa lu pake untuk having fun. Jangan biarin apapun yang negatif dan bikin lu sedih masuk ke kepala lu, no. Never. Be proactive, jangan biarin hal sekecil apapun tentang dia mengganggu waktu lu bersenang-senang.

Last but not least, rule number 7 [source]

Ini cukup penting. Jangan cepet-cepet cari pengganti. Why? Karena lu bakal cenderung buat nyari seseorang yang lebih baik dari dia, mematok standardnya yang lama. Big no. Jadianlah kalo emang lu udah siap buat jadian. Sayanglah sama orang lain setelah lu emang bener-bener gak sayang sama yang lama.

Kurang lebih sih segitu tips dari gue. Tell me if one of those steps could help you, okay? Satu pesan dari gue sebelum lu jadian nantinya; jangan pernah sayang sama orang lebih dari lu sayang sama diri lu sendiri. Mungkin lu gabakal tau artinya sekarang, tapi nanti lu bakal ngerti apa yang gue maksud. Kalo lu punya step ampuh buat move on, don't be shy, kasih tau gue oke!

Dan guys, gamungkin lu langsung bisa move on begitu beres baca postingan ini. Butuh proses. Asal lu sabar dan terus melakukannya, lu pasti bisa kok gue yakin! Semangat ya!

Aw, and for you fakir asmara out there yang merasa sangat down sampe lu ngerasa bener-bener gak guna, inget guys.

by God, by ur parents, by ur besties, by me


I highly recommend you to check this video by Michelle Phan.


Oke?

So, good luck.

Salam kecup,
Duta Move On, 2013-2014

muah:*

Tannia Sembiring

Saturday, August 10, 2013

Lebaran Holiday!

Geez, I've never felt a holiday like this before.


backsound: Firasat - Raisa (OST Rectoverso)


Hi!

So, gue udah lama banget gak update blog soalnya gue keasikan menikmati liburan terakhir gue sebelum bener-bener resmi sebagai anak SMA. Gaboleh disia-siain, gue tau gue bakal sangat merindukan liburan. Naaaah, sekarang gue mau bahas apa aja yang gue dapatkan selama liburan ini ho-ho-ho.

Gue bener-bener harus jujur deh sama kalian. Merasa telah menemukan bakat dan minat nih gue hahaha. Gue sekarang (atau mulai dari dulu, tapi gue gasadar) sangat amat tertarik dengan film. Maksudnya bukan demen update dan nonton-nonton film terbaru, tapi lebih ke arah film-making-nya. Apa ya? Ini sesuatu yang beda dari photography, karena gue masih susah mengekspresikan apa yang gue masuk dalam satu jepretan gambar. Walau udah disuguhin sekian macam pelatihan buat motret, passion di membuat film lebih tinggi.

Film itu apa ya? Kumpulan 'potret-potret' yang dikemas sedemikian rupa jadi gambar bergerak. Konsep dasarnya sih itu. Tapi bagi gue, film itu adalah cerita hidup. Kalo misalnya selama ini gue berkutat dengan novel, cerpen, cerbung dan sebagainya, itu kan masuk suatu cerita dengan imajinasi yang harus nyampe. Nah kalo film itu lebih ke arah...ekspresi dari imajinasi yang kita dapet waktu lagi baca cerita. Ribet ya?

Film itu rata-rata sih durasinya panjang, sekitar 90 menitan. Ya itu film-film di bioskop. Gue suka sih film yang gitu, tapi anehnya gue lebih suka film-film pendek durasi 5-20 menit. Why? Karena bener-bener sederhana, peraturannya adalah lu harus mengekspresikan dan merangkum semua emosi dalam waktu yang singkat, dan harus ngena banget! Itu tantangannya, dan gue suka tantangan.

Anyway, yang menginspirasi gue buat jadi short-film-maker itu adalah.............

BANG JOKO ANWAR!!!!!! [source]

Siapa sih yang gak tau Joko Anwar gitu loh? Kudet ente?

Ini adalah filmmaker Indonesia favorit gue. Beliau udah berkutat di dunia per-film-an sedemikian jauh sampe udah menghasilkan beberapa karya layar lebar kayak Janji Joni, Modus Anomali, Kala, dan lain-lain. Sekarang gue sering banget update dan fudul-fudul twitter beliau, @jokoanwar. Dan tebak kawan, dia orang Medan! Fate, Bang! Fate dengan saya!

Gue kenal beliau lebih jauh dari film-film pendek yang beliau buat. Berhubung gue lebih suka film-film yang mengangkat dari realitas kehidupan dan gak berbelit-belit (walau kadang suka penasaran sama yang horror dan thriller), gue lebih kena di film pendek beliau yang 'Fresh to Move On'. Ini membuka mata gue soal film-film romantis Indonesia. Maksud gue gak semuanya terlalu menye-menye, gak semuanya sok dramatis, gak semuanya mesum. Ada juga film-film (yang justru film pendeknya) yang bener-bener simpel dan well-told.


Cukup ngebahas film pendek, gue bakal beralih ke film yang lebih panjang. Lagi-lagi gue nyontohin film romantis, gapapa ya? Hahaha. No, I'm not a hopeless-romantic anyway-_- Tapi dari trailernya aja gue udah sangat kepincut sama film ini. Bener-bener menggugah gue banget. Cara film ini disampaikan itu ngena abis, dan emang, berkualitas semua sih pemainnya. Film apa coba kalo bukan...........

OMAYGAT. [source]

Jadi, film yang disutradarai sama 5 orang cewek-cewek keren ini adalah gabungan dari 5 film (short-film sih menurut gue mah) yang diangkat dari album musiknya Dewi 'Dee' Lestari. Terdiri atas: 'Malaikat Juga Tahu' yang disutradarai sama Marcella Zalianty, 'Firasat' yang disutradarai sama Rachel Maryam, 'Cicak di Dinding' yang disutradarai oleh Cathy Sharon, 'Curhat Sahabat' yang disutradarai oleh Olga Lydia, dan 'Hanya Isyarat' yang disutradarai oleh Happy Salma.

Gue jamin ya, lu bakal bener-bener amazed sama film ini. Cara masing-masing orang menghadirkan kisahnya emang beda-beda, tapi feel yang didapet dari keseluruhan cerita sih sama. Pokoknya gue acungin jempol sama film ini, dan recommended buat lu semua yang sedang berburu film;) Apalagi soundtrack-soundtrack-nya enak-enak parah.


Selain lebih tertarik ke dunia perfilman, ilham yang gue dapet dari liburan kali ini adalah, akhirnya, passion gue sama nulis yang sekian lama hilang, balik lagi! Gila, gue jadi gila nulis lagi. Ada beberapa proyek tulisan yang targetnya mau gue selesain pas akhir liburan. Termasuk, sebuah cerpen singkat yang sebenernya pengen banget gue angkat ke film pendek. Aduh, ngebayanginnya aja udah sakit perut.

Cerpennya gimana, Tan?
Wahahaha, sebenernya sih rahasia ya kan arsip pribadi gue. Tapi ya, kurang lebih soal percintaan sih, tapi beda banget dari cerpen-cerpen gue yang mungkin beberapa dari lu udah baca.

Wah, dari kisah nyata?
Nggak juga, pure fantasi gila gue.  Ini hasil lamunan gue di mobil, sedikit terinspirasi dari cerita yang pernah gue baca (gue lupa apa) dan sedikit bumbu hiperbola. Oke kan gue udah bilang gue lagi semangat nulis jadi kemana-mana selalu nemu ide yang bikin sakit perut. Mungkin dari kisah nyata orang-orang yang gak pernah gue temui.

Gue mau baca dong!
Kayanya cerpen ini gabakal gue publish hahaha soalnya ini spesial banget, pengen berjuang gue buat ngangkat ke film pendek, terus upload ke youtube, terus ketemu Bang Joko. GoshNamanya juga bermimpi, ya gak?

Liburan kali ini juga gue gak mudik, guys. Berhubung kakak gue mau nikah bulan November nanti dan kita juga males riweuh-riweuh mudik, jadinya cuma sekdar keliling-keliling Bogor-Jakarta aja. Tapi entah kenapa gue rasa liburan kali ini emang lebih ngena dari liburan-liburan sebelumnya yang selalu dihiasi suasana mudik. Kenapa ya? Mungkin karena lebih santai kali, dan kata Bokap gue sih, Ramadhan terakhir sama Mbak Sindy yang mau dibawa Bang Deni ke Medan. Hahahaha, jealous much, Pa?

Oh ya, alhamdulillah gue masuk IPA sesuai dengan minat gue. Gue masuk X MIPA 2 bersama beberapa sobat lama di SMP. Kayanya setahun ke depan juga bakal memorable banget, doakan aja. Waktu hari pertama masuk aja kita udah rariweuh dan bikin kelas rada-rada berantakan. Tapi biarlah, yang penting wajah kita tak berantakan.

Out of topic sih, tapi gue mau titip salam buat Dhanti yang bentar lagi mau jalan sama gue. Regita yang mau ngebolang bareng. Wulan yang udah pengen curhat ke gue nih kayanya dan juga buat kawan gue si Emir yang kemaren-kemaren kecelakaan, cepet sembuh ye. Oh ya sama si One! Mari ngobrol banyak, Kloningan! Buat yang mudik, hati-hati di jalan, have a safe and enjoyable journey!

Beberapa picts dari gue selama lebaran. Males mindahin yang lain-_-:

Di halaman samping [Gue-Papa-Mama-Mbak Sindy]
Tumben aja bisa selca sama Papa! Haha
Mama-Papa, ngakak sumpah

Oya, beberapa foto pas lamarannya Mbak Sindy

Keluarga calon mempelai wanita.
Keluarga calon mempelai pria.
NAH INI DIA!!!!!! foto favorit.
Dokter Deni dan Dokter Sindy. Langgeng!!

Iya emang gue jadi pengen dilamar bule-bule Perancis, 13 tahun lagi ya Mas, nunggu gue beres bedah syaraf hahaha. Nanti lu semua, bule-bule ganteng yang megang pisau bedah, gue giring semuanya ke KUA. Haduh ngebayanginnya bikin mules. Aminin kek.

And last but not least, gue mau kasih lirik lagu Firasat yang puitis, ngena dan enak banget. Gue nggak galau, tapi lagu ini emang bener-bener bikin gue pengen nulis cerita romantis yang bisa bikin nangis darah. Suaranya Mbak Raisa ngademin banget.

ʻʻKemarin, ku lihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku semalam

Bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
Aku pun sadari
Ku segera berlari

Cepat pulang
Cepat kembali jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau 'tuk
Cepat pulang
Cepat kembali jangan pergi lagi

Akhirnya
Bagai sungai yang mendamba samudera
Ku tahu pasti kemana 'kan ku bermuara
Semoga ada waktu, sayangku

Ku percaya alam pun berbahasa
Ada makna di balik semua pertanda
Firasat ini
Rasa rindukah ataukah tanda bahaya?
Aku tak peduli
Ku terus berlari

Cepat pulang
Cepat kembali jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau 'tuk
Cepat pulang
Cepat kembali jangan pergi lagi

Dan lihatlah sayang
Hujan turun membasahi
Seolah aku berair mata

Cepat pulang
Cepat kembali jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau 'tuk
Cepat pulang
Cepat kembali jangan pergi lagi

Ku hanya ingin kau kembali

Firasatku ingin kau 'tuk
Cepat pulang
Cepat kembali jangan pergi lagi

Aku pun sadari, kau takkan kembali lagiʼʼ

---

Selamat Hari Raya Idul Fitri (2 hari yang lalu) buat semua umat Muslim di dunia, 1434 H, semoga bisa memperbaiki kualitas ibadah dan dapat bertemu Ramadhan-Syawal di tahun-tahun selanjutnya.

---

Saturday, July 20, 2013

Mendengarkan


Kadang gue suka mikir, apa ya yang dirasakan orang tua waktu tau anaknya lebih deket sama temen-temennya daripada sama diri mereka sendiri? Faktanya yang ada di masyarakat, banyakan remaja sekarang justru curhat ke sahabatnya yang paling baru kenal 1 atau 2 tahun daripada ke ibunya sendiri yang udah kenal sejak di kandungan. Ironis?

Menurut gue ngga.

Maksud gue, gue sendiri punya alasan yang khusus kenapa memilih cerita ke sahabat-sahabat deket gue aja daripada sama nyokap atau bokap. Nyokap itu langsung ngasih saran yang pas, tapi paling gaenaknya adalah beliau bakal nyalahin kita dulu. Sumpah itu paling bikin ngedown. Apa mungkin cuma nyokap gue doang? Gangerti. Pokoknya gue gak nyaman cerita sama nyokap.

Sedangkan sama sahabat-sahabat gue, ambil case mereka si manusia setengah alien kaya si Wulan, Dhanti, Regita dan Dini, mereka bakal ngasih solusi sesuai dengan keadaan (remaja) gue sekarang ini. Walau ya, harus tetep nurut sama saran nyokap karena pada akhirnya saran itulah yang paling bener.

Tapi kadang, kita itu cuma butuh didengerin. Kadang kita gabutuh saran. Kita cuma butuh seseorang untuk mendengarkan apa masalah kita, tanpa perlu kasih komentar atau sekedar nunjukkin simpati. Lo kira mendengarkan itu gampang? Ngga.

Mendengarkan pun ada seninya. Lu harus merasakan cerita di posisi orang itu, dan itu gak pernah mudah kalo lu gapernah ngerasain di posisi dia. Beneran. Cuma orang-orang tertentu yang banyak pengalaman yang bakal bisa ngerasain secara jelas, dan pada akhirnya, ketika orang yang bercerita meminta tanggapan, barulah berikan tanggapan yang sesuai dengan posisi dan apa yang bisa dia lakukan.

Nah, kalo cerita sama nyokap atau bokap, belum selesai gue ngomong bakal udah dibentak. Oh yeah, this is true story. Tapi maksud gue, apa beliau-beliau gapernah aneh atau cemburu liat anaknya sendiri bahkan lebih percaya sama orang lain daripada mereka? Kadang, jujur aja gue pengen bilang, kalau beliau-beliau perlu kursus mendengarkan. Seriously, belajar mendengarkan baru kasih komentar. Karena kalo lu udah asal nyerocos mengomentari segala hal dari sudut lu, otomatis gaakan ada yang cerita lagi. Ini kasus gue sama nyokap. Jujur aje.

Gue pun sekarang sedang belajar buat ngedengerin. Maksudnya, bener-bener mendengarkan keluh kesahnya dulu sebelum ngasih komentar. Hasilnya? Susah. Percaya ga sama gue? Susah.

Dan emang Tuhan menganugerahi lu satu mulut dan dua telinga untuk lebih banyak mendengarkan dan sedikit bicara. Percaya deh buat beliau-beliau yang ingin tau kenapa anaknya gamau curhat atau terbuka sama diri mereka, liat ke dalam, jangan-jangan anda-anda ini kurang baik dalam memberikan respon ketika si anak itu bercerita. Tidak bermaksud menggurui, tapi itulah yang banyak terjadi sekarang.

Well, intinya, banyak sekali orang yang berharap didengarkan. Cuma didengarkan tentang segala yang numpuk di dadanya. Dan banyak orang yang bersedia mendengarkan, tapi mereka sebenernya gak betul-betul mendengarkan. Mereka cuma ngambil poin poin singkat dan bikin statement awal yang sering kali meleset dari maksud hati si pencerita. Percayalah, jadi pendengar itu sulit. Gak semudah jadi pembicara.



Cheers

Tuesday, July 9, 2013

Jangan dibuka. Plis.

Gue mau nanya ini, tapi malu. Mending jangan dibuka, beneran.
Apalagi kamu, jangan buka, ya.








D






A





S





A








R










K








E





P





O













































































































































































































































































































































































































































Can I love you?
:)

Sunday, July 7, 2013

Wanita Sulit Dimengerti?

Bullshit.

Gapercaya? Ha. Gue tau lu bakal bereaksi gini.


Sebenernya, cowok-cowok pada bilang oh cewek itu susah banget dimengerti, apasih mereka maunya, sama aja kaya cewek yang bilang bajingan, cowok gue apasih maunya, gue giniin blablablabla dan akhirnya kita membuat sejarah panjang sampe dua jam gaberhenti ngerocos untuk nanyain SEBENERNYA ITU COWOK APA SIH MAUNYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

guys, can you shut up?

Cowok dan cewek saling gamengerti satu sama lain. Karena apa? Karena kita beda. Beda jenis. Satu spesies tapi beda jenis. Beda cara berpikir, beda perilaku dan beda cara pipis. Gapercaya? Monggo dibuktikan.

Gue bakal jelasin kenapa cewek kelihatannya sulit dimengerti, karena gue cewek. Kalo gue cowok, gue bakal jelasin kenapa cowok susah dimengerti, dan sebenernya itu masih jadi misteri di mata gue. Cowok itu jarang yang demen menye-menye kayak cewek yang sering ngeRT apapun yang related sama perasaannya di twitter. Makanya, gue rasa cowok lebih menantang buat diobrak-abrik dalemnya.

Maksud gue perasaannya.

Dan gue mau bilang di sini gue baru tau kalo ada manusia yang bernama Sigmund Freud, mengadakan riset tentang jiwa feminin selama tiga puluh tahun, doi bilang kalo doi gangerti apa yang dipengenin perempuan. Ha, itu karena lu cowok. Pasti pada berasumsi gitu. Tapi jujur aja, gue gasetuju sama sekali sama pendapat macam apapun yang bilang kalo cewek sulit dimengerti. No, big no. Kita itu sangat mudah dimengerti.

Cewek-cewek itu pada tau apa yang sebenernya mereka pengenin dari cowok mereka, apa yang sebenernya mereka idam-idamkan dari cowok mereka, tapi karena kita kebanyakan nonton drama korea, kita jadi mikir kalo cowok itu bakal langsung ngerti apa yang kita pengen cuma dengan kita kasih kode. Amboi, pikiran zaman batu.

Masalah utama cewek dalam mengeluarkan apa yang dia pengen adalah; takut, malu dan sungkan. Seenggaknya perpaduan dari ketiga itu. Takut ngerepotin, takut cowoknya bakal kasih respon yang bikin sakit hati, malu bilangnya dan sungkan ngeganggu cowoknya. Hal tersebut mengakibatkan si cowok pun gangerti apa yang sebenernya cewek ini mau. Girls, cowok manusia juga. Mereka gamungkin nebak apa yang kita mau, dan kadang kita harus straight bilang apa yang kita mau, supaya si cowok juga ngerti. Malu? Sungkan? Takut? Wajar, but kapan lagi kita bisa keluar dari zona nyaman kita?

Sadarlah, dunia ini bukan dunia drama korea yang romantisnya kayak apaan tau. Realistis. Dunia ini realistis. Lu pikir kenapa si cowok di drama korea bisa segitu so sweetnya sama si cewek? Simpel aja, karena doi udah hapal naskah dan perannya.

Dan gue rasa, kalo misalnya cewek sekarang udah menghentikan kode-kodeannya dan mulai menunjukkan apa yang dia pengen, cewek akan lebih mudah dipahami. Tapi inget, ini bukan ajang nuntut. Menuntut itu kalo lu udah terlalu nyaman di zona membuka perasaan, sampe lu gatau lagi batas apa yang perlu dipakai buat minta ke cowok lu. Contoh yang simpel:

"Ayang, aku kesel sama kamu tau ga."
"Loh, kenapa yang?"
"Abis kamu tuh gapernah mau ngabisin waktu kamu, sedikit aja buat aku!!!! Selalu aja kamu main sama temen-temen kamu itu dan lupain aku!!!!!!!!"
"T-tapi kan aku udah nemenin kamu belanja empat hari berturut-turut..apa salah sekarang aku main sama temen temen aku?"
"Pokoknya aku gamau tau kamu tuh jahat banget dan egois!! Gangerti perasaan aku sama sekali!!"

Jangankan cowok mbak, gue aja jijik bikin dialognya.

Jadi sebenernya simpel aja, cewek harus lebih terbuka dan bersedia keluar dari zona nyamannya. Jangan dipendem, beneran. Karena gaada gunanya sama sekali. Untuk masalah respon, kita serahkan saja pada Ilahi, semoga si cowok kalopun respon negatif, seengganya gabakal nyelekit di hati. Dan kalo emang nyelekit, jangan ragu buat bilang, mana tau si cowok bisa merubah cara penyampaiannya.

Tapi ada satu rahasia lagi yang paling susah gue cerna. Ketika cewek ngambek, pasti doi tiap ditanyain kenapa, jawabnya bakal gapapa kok, sambil mulut monyong, mata merah seolah di jidatnya tertulis BADMOOD. ah tapi untung saja, gue tau jawabannya sekarang.

Cewek ketika badmood (apalagi sama cowoknya) itu pasti susah buat bilang apa yang mengganggu harinya. Karena apa? Kita pengen cowok sadar apa kesalahannya. Tapi kembali lagi ke kesimpulan awal, manusia sesempurna apapun gabakal bisa ngerti apa salahnya sebelum dikasi tau. Jadi gue rasa cewek-cewek sekarang termasuk gue harus mulai lebih terbuka dengan menjelaskan apa yang cowoknya perbuat, yang bikin harinya badmood, menurut pandangannya. Biarin si cowok keluarin apa alasannya, manatau nanti kita malah malu karena si cowok itu bertujuan baik. Nah loh.

Intinya, terbukalah hey wanita. Jangan mau dimengerti kalo sendirinya gabisa terbuka dan mengerti orang lain. Dan oh ya, yang paling penting, buka perasaan dan pikiranmu, jangan cuma belahan dada doang.

Cheers.