Sunday, September 21, 2014

Outsider



Have you ever feel in this very moment, you are alone.


Yang lain lewat, yang lain ketawa, yang lain bercanda, tapi kamu diam. Kamu sendirian.

Have you ever feel in this very moment, you are left.

Yang lain sibuk, yang lain berpikir, yang lain nulis, tapi kamu diam. Kamu ketinggalan.

Have you ever feel in this very moment, the world has changed.

Yang dulu isinya ketawa-ketawa, sekarang serius. Mikirnya bukan lagi kapan ya istirahat, pengen ngobrol bebas nih gue, tapi kapan sih pulang sekolah, pengen cepet-cepet gak ngeliat mereka.

Karena itu yang lagi gue pikirin, dan rasakan. Kaya, semuanya udah berubah kan. Udah ganti. Orang-orang yang dilihat tiap hari juga udah ganti. Suasananya udah beda. Bukan lagi lari-lari karena telat, tapi ngelawan dinginnya pagi. Emang sih, cuma sebentar, tapi yang namanya perubahan bakal ada dampaknya.

Gue selalu berdoa perubahan ini bakal jadi lebih baik. Mungkin ini adalah salah satu step menuju gue waktu SMP yang seriusnya luar biasa, dan gak punya temen.

Atau mungkin ini adalah diri gue yang asli?

Atau mungkin lagi kebawa momen aja kali ya, hehe.

Tapi kadang-kadang terkungkung di antara itu gak enak. Lu gabisa menentukan pihak. Lu di antara, gak nyata, abu-abu.

An outsider remains outside, alone.

Emang iya. Tapi gimana rasanya kalo lu insider yang bertransisi jadi outsider? Gak enak.

Berjuang buat masuk ke lingkaran itu gak gampang, dan gak akan pernah gampang. Gak ngerti hawa-hawa apa yang bikin kaya gini, tapi emang udah di luar, dan invisible. Gak punya lagi tanggung jawab buat tinggal, di lingkaran manapun. Gak punya lagi hal yang menahan dan mempertahankan, karena gue outsider. Dan an outsider stands alone, remains alone, finishes alone.

Efek dari 'melepaskan diri sementara' ternyata susah juga ya direcovery. Kaya tiba tiba semua orang gak kenal lu lagi. Lu gak pernah ada, dan lu gak pernah dikenal. Lu gak pernah asik, dan lu gak pernah insider.

Jadi periang itu susah, lebih susah lagi kalo jadi diri yang dulu.



yang gak pernah ada.









Have you ever feel in this very moment, the world has changed.

And then you realized, the world remains the same.

Everyone, but you.

No comments:

Post a Comment