Monday, September 28, 2015

backsound : Lost Stars - Adam Levine

Kalau dibilang sedih, nggak, kok.
Jabatan itu sementara dan saya selalu yakin itu.

Kalau dibilang senang, nggak juga.
Kebayang gak sih meninggalkan apa yang telah ditekuni satu tahun ke belakang? Semua ups and downs yang banyak mengajari saya makna bersosialisasi. Benar, bukankah saya salah satu yang paling payah?

Kebayang gak sih meninggalkan tempat pulang; pulang ketika benar-benar disuruh pulang sekolah, pulang ketika sedih, pulang ketika kangen, pulang ketika butuh hiburan.

Kebayang gak sih meninggalkan keluarga paling dekat setelah keluarga sendiri?

Yang selalu heboh, yang selalu gak jelas, ketawa-ketiwi

Saya nggak pernah kebayang. Tiba-tiba, masa abdi saya sudah berakhir, ya? Saya nggak pernah nyangka 366 hari itu bisa sesingkat, sebermakna, satu tahun ke belakang. Marah-marah, kesal-kesal bahkan hingga akhir kepengurusan selalu jadi warna buat saya. Bukannya biru langit terlalu menyedihkan, bila tidak diwarna pelangi? Begitu pula DKU kita, dek.

25 sebagai konseptor,
26 sebagai eksekutor
Begitu prinsip di kepala kita, kan?

Sekarang saatnya bertukar posisi. Kalianlah konseptor, pemilik utuh dari DKU ini. Penggerak, perekat, pemotivasi. Pemilik gagal atau berhasil, apapun yang kalian miliki nantinya.

Dan teruntuk lima adik-adik paling hebat,

731,
Saya ingat kamu tidak pernah pulang,
kerjaannya kabur terus.
Tapi,
ternyata memang nggak akan pernah jatuh ke pundak yang salah, kan?
Sekarang kamu telah sampai pada suatu titik,
Titik di mana kamu harus menjadi panutan bagi 89 orang di belakang
Tetap jadi orang yang sabar, sebagaimana kamu.
Tetap jadi orang yang pelan-pelan ketika menilai.
Tetap jadi orang yang menyenangkan.
Tetap jadi apa-apa yang menurutmu baik.

721,
Selamat menjadi pengerat hubungan yang pasti akan mengalami masa renggangnya
Dengan apa yang kamu miliki sekarang,
kepercayaan 26 dan in shaa Allah 27,
rekatkan lagi retak-retak yang mulai terlihat,
hapus emosi-emosi yang mulai mencuat,
Jadilah penengah yang baik bagi semua pihak

758,
Sekalipun kamu berada di urutan bawah,
saya tahu kompetensi kamu jauh melejit di atas
Kemampuan kamu untuk mengkoordinir segala rupa urusan
dan segala masalah
in shaa Allah akan selalu menuntun kamu menuju apa yang baik
Tata bahasa masih jadi urusan utama sepertinya, Fik?
Tapi saya yakin kamu bisa berubah
Sebagaimana saya yakin ketika saya memilih kamu dari tiga yang terhebat.

747,
Yang paling rajin,
dan paling teliti,
serta paling cepat ketika mengerjakan apapun.
Semoga tercapai cita-citamu sebagai dokter bermakara
Maaf, ya, kamu diminta waktunya untuk mengurusi banyak urusan di depan
Nggak apa-apa, kan, Cek?
Semoga selalu ikhlas,
dan tegas.
Sebagaimana kamu.


Dan untuk pemilik NRA 737,
"Kalau bukan teteh bendumnya, nggak mungkin saya dapet turunan sebanyak ini."
Haha,
saya nggak tau kamu bahas uang turunannya, atau ilmunya.
Saya harap keduanya, Dzik.
Selamat menjadi yang paling dibenci nantinya
Tapi in shaa Allah akan selalu dibantu
Saya percaya betul sama kamu
Seperti teman-teman kamu yang selalu percaya kamu juga
Pesan saya sepertinya sudah lengkap di buku yang akan selalu turun itu, ya?
Saya nggak pernah menyesal punya pengganti yang jauh, jauh lebih baik dari saya.
Hiks,
maafkan kakakmu yang payah ini, ya.


Dan untuk kalian semua,
pilar DKU 2015/2016
Selamat menjadi konseptor, pelindung, dan contoh.
Bakal capek,
Bakal pengen berhenti,
Bakal pengen cepet-cepet selesai.
Bakal bertanya-tanya lagi kenapa kalian yang terpilih.

Tapi,
saya harap kalian ingat,
ketika kalian merasakan hal-hal di atas,
kalian selalu punya 26
sebagai tempat pulang.


Dari Bendahara Umum 2014/2015
sekaligus
Bendahara 1 Angkatan Pedang Platinum

bukan, sih,
saya lebih bangga dikenal sebagai
kakak kalian,
678.